Senin, 23 April 2012

100 istilah ekonomi dalam b.inggris


NO
Economic  terms
means
1
ACTUAL COST
Biaya sesungguhnya
2
ACTUAL FACTORY OVERHEAD
overhead sesungguhnya
3
ACTUAL LIABILITY
Hutang nyata
4
ACTUAL PRICE
Harga sesungguhnya
5
ACTUAL QUANTITY
Kwalitas sesungguhnya
6
ADJUSTED BALANCE
Saldo setelah penyesuaian
7
ADJUSTED TRIAL BALANCE
Neraca saldo penyesuaian
8
ADJUSTED TRIAL BALANCE
Neraca saldo penyesuaian
9
ADJUSTING ENTRIES
Ayat jurnal penyesuaian
10
Allowance for inventory decline to market
Cadangan penurunan nilai persediaan
11
AMORTIZATION
Penyusutan atas harta tak berwujud
12
ASSET APPROACH
Pendekatan aktifa
13
ACCOUNT
Perkiraan
14
ACCOUNTING INSTRUCTION
Intruksi akuntansi
15
ACCOUNTING PRINCIPLE
Akuntansi dasar
16
ACCOUNTING PERIOD
Periode akuntansi
17
ACCOUNTING INCOME
Laba akuntansi
18
ACCOUNTANT FEE EXPENSE
Biaya akuntan
19
ACCOUNTING PROCEDURE
Prosedur akuntansi
20
BALANCE SHEET
Neraca
21
AUDITOR
 Pemerikasa keuangan
22
AUDIT PLANNING
Rencana pereiksaan
23
AUDIT FEE
Pendapatan audit
24
ACCRUED TAX PAYABLE
Hutang pajak
25
ACCRUED INTERS PAYABLE
Bunga terhutang
26
ACCRUED WAGES PAYABLE
Upah terhutang
27
AVERAGE METHOD
Metode rata-rata
28
BALANCE PER BANK
Saldo menurut bank
29
BASIC FINANCIAL STATEMENT
Laporan keuangan pokok
30
BANK STATEMENT
Rekening koran
31
BALANCE AMOUNT
keseimbangan jumlah
32
BETTERMENT
Perbaikan
33
BUDGET
 Anggaran
34
BREAK EVEN PIONT
Titik pulang pokok
35
BUDGET CYCLE
Siklus Anggaran
36
CASH PAYMENT JOURNAL
Buku kas pengeluaran
37
CASH RECEIPT JOURNAL
Buku kas penerimaan
38
COST
Biaya
39
CURRENCY
Mata uang
40
CURRENCY ASSET
Harta lancar
41
 DEDUCTION
Pengurangan
42
COST OF SOLD
Harga pokok barang yang di jual

43
DEFECTIVE GOODS
Produk rusak

44
DIRECT COSTING
Penetapan biaya langsung
45
DIRECT EXPENSE
Biaya langsung
46
DEFERRED GROS PROFIT ON REALIZATION
Laba kotar yang belum direalisasikan
47
DEBIT NOTE
Nota debet
48
DEPOSIT SLIP
Bukti setoran
49
EMPLOYEE EARNING STATEMENT
 Laporan gaji karyawan
50
END OF MONTH TRIAL BALANCE
Daftar saldo akhir bulan
51
EQUITIES
Kekayaan
52
ECONOMIC LIFE
Umur ekomoni
53
EQUIPMENT
 Peralatan
54
EARNING AFTER INTEREST AND TAXES
Pendapatan sesudah bunga dan pajak
55
 EARNING AFTER TAX
Pendapatan sesudah pajak
56
EXPIRED
Kadarluasa
57
EXTRA ORDINARY LOSS
Kerugian yang luar biasa
58
EXTRA ORDINARY RETIREMENT
Penarikan aktiva sebab luar biasa
59
Fiscal Year
Tahun pajak
60
EXTRA ORDINARY REPAIRS
Perbaikan luar biasa
61
General Accounting
Aukuntansi Umum
62
 General Journal
Jurnal umum
63
Furniture & fixture
Peralatan
64
Fusion
Penggabungan
65
General Ledger
Buku besar
66
Funds
Dana
67
Fraud
kecurangan
68
Inflation
Inflansi
69
Indirect Operatiing Expense
Biaya usaha tak langsung
70
Income Summary
iktiar rugi laba
71
Income Statement Account
Pendekatan laba rugi
72
Income
laba
73
Incremental cost
Biaya tambahan
73
Individual Priprietorship
perusahan perorangan
75
Indirect Departemental Expense
Biaya departemen tak langung
76
Inderect Material
Bahan baku tak langsung
77
Initial Inventory
Persediaan awal
78
Interest
Bunga
79
Interest Income
Pendapatan bunga
80
Interest ayable
Hutang bunga
81
Interest Receivable
Piutang bunga
82
Internal Audit
Pemeriksan Intern
83
Inventory
Persediaan
84
Inventory of Material
Persediaan Bahan Mentah
85
Inventory Trun Over
Perputaran persediaan
86
Input Tax
Pajak masukan
87
Installment Payable
Hutang cicilan
88
Interest Factor
Faktor bunga
89
Inventory Valuation
Penilaian Persediaan
90
Interest Expense
Biaya bunga
91
Invoice
Faktur
92
Joint cost
Biaya gabungan
93
Job time ticket
Kartu jam kerja
94
Job order cost system
Sistem biaya pesanan
95
Internal Control Questioary
Pertanyaan pengendalian Intern
96
Market Rate
Harga pasar
97
Market Value Of Stock Ex Right
Harga pasar saham tampa hak beli saham
98
Marketing Expense
Biaya pemasaran
99
Marketing
Pemasaran
100
Markdown cancellation
Pembatalan penurunan harga





kalimat verbal dan non verbal ( perfect tense )


verbal
1.      Megawati will lead Indonesia until 2004, after which Indonesia will have another general election.
2.      Passengers departing on international and domestic flights have to pay Rp. 50,000 and Rp. 11,000 airport tax respectively.
3.      In matters of selecting a spouse, both men and women have the right to choose the right partner.
4.      and a guardian has the right marriage partner for her daughter to pick someone who sekufu, 
5.      have a lot of treasure.
6.      The city commissioners of Sanford, Fla., have voted to not accept the resignation of Police Chief Bill Lee Jr. because of criticism about his.
7.      I have to say this .
8.      and has yet to make a film that wasn't watchable. 
9.      He has had a string of disappointments in any movie that didn't feature him with a whip.
10. Narnia has a devoted following in books and film, largely fueled by Christian readers. 


Non verbal
1.      By definition, democracy means that all citizens can exercise their right to speak freely and to vote in free elections, rights that have previously not been widely exercised in this country
2.      If it has been done many times so DEFINITENESS THAT THERE IS A GOD willing.
3.      Zimmerman has not financial assets or savings.
4.      his name from Ron Artest last year, has been mostly well-behaved during his three seasons with the Lakers.
5.      is that I've been very embarrassed actually this week.
6.      OK, so it hasn't been a great year for movies. 
7.      Things that go boom have been hot lately.
8.      Action hasn't been good to actors younger than 50, and Johnson is 38.
9.      Studios have been searching for a fantasy series to match The Lord of the Rings' success, but haven't come close.
10. The leap from small screen to big has been hazardous

Senin, 09 April 2012

10 KALIMAT PAST FUTURE (SOFT SKILL_B.english)

1. But companies that manufacture camping gear and tents will go there to offer their products to international NGOs and UN organization
2. said the fifth edition of FAIRPRO 2012 will underscore the vision of CREDAI’s new ‘Mission Transparency’ initiative
3. this time the expo would bring in Chennai’s most legendary builders
4. Chitty Babu also said CREDAI will be donating Rs.2.5
5. The growth of the sector will be affected if tax benefits are not extended to realtors and tax exemption on home
6. Only projects approved by the regulatory agencies and vetted by CREDAI's legal wing will be listed for sale, organisers said
7. but she would have to be a real princess
8. for he would have liked very much to have a real princess.
9. The team will wind up this year's operations in May when the sea ice becomes too treacherous for safe travel.
10. "I am confident that the leadership at (Marine Corps Recruit Depot) San Diego will make the very best decision in Sgt.
11. now will decide whether to uphold the board's other-than-honorable discharge recommendation.

sumber : http://www.usatoday.com/news

Senin, 05 Maret 2012

English language

10 Kalimat simple past :

1. I was with my grandmother yesterday.
2. They were at home last week.
3. I was happy yesterday
4. We were teachers for 20 years
5. There was a lot of rain yesterday
6. I was really busy.
7. I was lucky have moneys
8. It was not sunny yesterday
9. They were not in the library
10. She was not hungry

10 kalimat simple present tense :

(+) She grabbed her wallet
(-) She didn't grab her wallet
(?) Did she grab her wallet

(+)She swept her floor
(-)she didn’t swept her floor
(?)did she swept her floor

(+) she washed her dress
(-)She didn”t washed her dres
(?) did washed her dres

(+) he played ball her garden
(- ) he didn’t played ball her garden
(?) did played ball her garden

(+)I love sweet strawberry juice.
(-)I don't like apple juice.
(+)Do you like apple juice?

Jumat, 06 Januari 2012

PENYEBAB KONFLIK DAYAK DAN MADURA

PENYEBAB KONFLIK DAYAK DAN MADURA

Penduduk asli Kalimantan Barat adalah Suku Dayak yang hidup sebagai petani dan nelayan Selain suku asli, suku lainnya yang juga telah masuk ke bumi Kalimantan adalah Melayu, Cina, Madura, Bugis, Minang dan Batak.

Dalam berkomunikasi penduduk yang heterogen ini menggunakan bahasa Indonesia atau Melayu sebagai bahasa sehari-hari. Tetapi karena tingkat pendidikan mereka rendah, kebanyakan mereka memakai bahasa daerahnya masing-masing. Dengan demikian seringkali ditemui kesalahpahaman di antara mereka. Terlebih jika umumnya orang Madura berbicara dengan orang Dayak, gaya komunikasi orang Madura yang keras ditangkap oleh Orang Dayak sebagai kesombongan dan kekasaran.

Kebudayaan yang berbeda seringkali dijadikan dasar penyebab timbulnya suatu konflik pada masyarakat yang berbeda sosial budaya. Demikian juga yang terjadi pada konflik Dayak dan Madura yang terjadi pada akhir tahun 1996 yaitu terjadinya kasus Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang (sebelum pertengahan tahun 1999 termasuk Kabupaten Sambas), di Kalimantan Barat. Konflik sosial sepertinya agak sulit terpisahkan dari dinamika kehidupan masyarakat Kalimantan. Setelah itu, pertikaian antar-etnis terjadi lagi di Sambas, lalu disusul di Kota Pontianak, dan terakhir di Sampit serta menyebar ke semua wilayah di Kalimantan Tengah.

Orang Dayak yang ramah dan lembut merasa tidak nyaman dengan karakter orang Madura yang tidak menghormati atau menghargai orang Dayak sebagai penduduk lokal yang menghargai hukum adatnya. Hukum adat memegang peranan penting bagi orang Dayak. Tanah yang mereka miliki adalah warisan leluhur yang harus mereka pertahankan. Seringkali mereka terkena tipudaya masyarakat pendatang yang akhirnya berhasil menguasai atau bahkan menyerobot tanah mereka. Perilaku dan tindakan masyarakat pendatang khususnya orang Madura menimbulkan sentimen sendiri bagi orang Dayak yang menganggap mereka sebagai penjarah tanah mereka. Ditambah lagi dengan keberhasilan dan kerja keras orang Madura menelola tanah dan menjadikan mereka sukses dalam bisnis pertanian.

Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi merupakan dasar dari munculnya suatu konflik2. Masyarakat Dayak juga mempunyai suatu cirri yang dominan dalam mata pencarian yaitu kebanyakan bergantung pada kehidupan bertani atau berladang. Dengan masuknya perusahaan kayu besar yang menggunduli kayu-kayu yang bernilai, sangatlah mendesak keberadaannya dalam bidang perekonomian. Perkebunan kelapa sawit yang menggantikannya lebih memilih orang pendatang sebagai pekerja daripada orang Dayak. Hal yang demikian menyebabkan masyarakat adat merasa terpinggirkan atau tertinggalkan dalam kegiatan perekonomian penting di daerahnya mereka sendiri. Perilaku orang Madura terhadap orang Dayak dan keserakahan mereka yang telah menguras dan merusak alamnya menjadi salah satu dasar pemicu timbulnya konflik di antara mereka.

Ketidakcocokan di antara karakter mereka menjadikan hubungan kedua etnis ini mudah menjadi suatu konflik. Ditambah lagi dengan tidak adanya pemahaman dari kedua etnis terhadap latar belakang sosial budaya masing-masing etnis. Kecurigaan dan kebencian membuat hubungan keduanya menjadi tegang dan tidak harmonis.

Ketidakadilan juga dirasakan oleh masyarakat Dayak terhadap aparat keamanan yang tidak berlaku adil terhadap orang Madura yang melakukan pelanggaran hukum. Permintaan mereka untuk menghukum orang Madura yang melakukan pelanggaran hukum tidak diperhatikan oleh aparat penegak hukum. Hal ini pada akhirnya orang Dayak melakukan kekerasan langsung terhadap orang Madura, yaitu dengan penghancuran dan pembakaran pemukiman orang Madura.

Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki, sasaran-sasaran yang tidak sejalan. Kekerasan adalah tindakan, perkataan, sikap, berbagai struktur atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik, mental sosial atau lingkungan dan atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh3

Dari definisi di atas, dapat dikatakan bahwa antara konflik dengan kekerasan bagaikan dua sisi mata pedang yang terpisahkan satu dengan yang lainnya manakala konflik yang terjadi tidak segera diselesaikan sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan kekerasan yang dapat merusak secara material maupun immaterial.

Konflik adalah suatu kenyataan yang tidak terhindarkan jika pihak-pihak yang bertentangan tidak memiliki pemahaman yang terhadap satu sama lain dan tujuan serta kebutuhan mereka tidak dapat lagi sejalan. Perbedaan pendapat yang terjadi di antara keduanya pada dasarnya adalah hal yang alami, namun jika tidak terkendali akan menjadi pemicu timbulnya kekerasan yang merusak kedua belah pihak bahkan lingkungan sekitarnya. Untuk itu diperlukan penyelesaian yang memberikan semangat damai pada kedua belah pihak. Jika konflik yang menyebabkan timbulnya kekerasan dapat diselesaikan tanpa melakukan kekerasan memberikan suatu rasa damai dan aman pada masyarakat sekitarnya. Sebaliknya, jika diselesaikan juga dengan kekerasan yang membabibuta akan menyebabkan timbulnya rasa takut, tidak aman, kepanikan bagi orang sekitarnya, khususnya bagian dari masyarakat yang bertikai. Permasalahan baru juga akan timbul dari penyelesaian dengan jalan kekerasan. .

Selanjutnya Simon Fisher dkk, mengajukan suatu konsep tentang arti kekerasan sebagai suatu pendekatan dalam intervensi konflik yang menyebutkan bahwa konflik adalah fakta kehidupan yang dapat memunculkan permasalahan-permasalahan berat saat kekerasan muncul dalam konflik tersebut. Oleh karenanya dapat dibedakan antara kelompok yang menghendaki kekerasan sebagai penyelesaian konflik dan kelompok yang anti kekerasan. Kelompok yang pro kekerasan cenderung untuk memaksakan kehendaknya agar dituruti orang lain ketika cara lain yang ditempuh gagal. Sedangkan kelompok anti kekerasan cenderung percaya bahwa kekerasan tidak akan mampu mendatangkan manfaat yang diharapkan diharapkan, sehingga penggunaan kekerasan dirasa tidak bermanfaat dan tidak adil. Secara praktis tindakan-tindakan anti kekerasan dilakukan masyarakat yang menerapkan metode anti kekerasan secara mutlak mereka lebih percaya bahwa metode anti kekerasan yang diterapkan dalam suatu konflik akan lebih berhasil dalam situasi yang mereka hadapi sendiri.

Menganalisa lebih lanjut tentang konflik horizontal yang terjadi pada beberapa wilayah di Indonesia, seperti konflik Dayak dan Madura dihubungkan dengan teori Simon Fisher, dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah konflik cenderung memilih jalan kekerasan sebagai alternative penyelesaian masalah yang muncul di antara mereka. Mereka menganggap cara ini lebih membuat pihak lawan memenuhi keinginan mereka.

Identitas yang terancam sebagai suatu suku asli Kalimantan yang terusik oleh kedatangan pendatang membuat suku Dayak mengambil sikap keras. Ditambah lagi dengan tidak adanya perubahan sikap dari masyarakat pendatang. Hal ini jelas terlihat pada dampak yang terjadi pasca konflik horizontal Dayak dan Madura. Mereka tidak melihat dampak dari kekerasan bagi masyarakat mereka sendiri yaitu korban jiwa dan harta benda, tetapi yang terpenting adalah keluarnya orang Madura dari wilayah mereka.

Menyimak lebih jauh tentang konflik horizontal yang juga disebut sebagai konflik etnis yang bersifat laten (tersembunyi) yang harus diangkat ke permukaan agar dapat ditangani secara efektif. Disebut sebagai konflik yang bersifat laten karena di antara kedua etnis yang bertikai (Dayak dengan Madura) sudah lama terjadi ketidakharmonisan dalam interaksi sosialnya. Suku Dayak sebagai suku asli Kalimantan merasa terusik kehidupannya dengan semakin meningkatnya populasi suku Madura yang juga mendominasi hampir seluruh aspek kehidupannya.

Ketidakharmonisan dalam interaksi sosial antara kedua etnis ini tidak cepat mendapat penanganan dari tokoh masyarakat setempat maupun oleh aparatur pemerintah agar dapat ditangani. Pada pertikaian yang terjadi terlihat adanya keberpihakan dari aparat kepada salah satu etnis menurut pendapat etnis lain. Kondisi ini terus berlanjut, yang pada akhirnya menjadi konflik terbuka berakar dan diiringi dengan kekerasan.

Konflik yang dipicu oleh persoalan yang sederhana, menjadi kerusuhan dan di identifikasi pemicu pecahnya konflik adalah : adanya benturan budaya etnis lokal dengan etnis pendatang, lemahnya supremasi hukum, adanya tindak kekerasan. Benturan budaya ini sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh kesombongan dan ketidakpedulian etnis Madura terhadap hukum adat dan budaya lokal yang sangat dihormati masyarakat setempat seperti hak atas kepemilikan tanah.

PENANGANAN YANG DILAKUKAN

Lemahnya supremasi hukum terlihat dari perlakuan yang ringan diberikan pada masyarakat Madura. Dalam hal ini untuk menghindari keadaan yang lebih tidak terkendali lagi seperti terjadinya tindakan kekerasan, pembunuhan, pembakaran dan pengusiran yang berkepanjangan, maka untuk sementara waktu orang Dayak menyatakan sikap yaitu :

  1. Untuk etnis Madura yang masih berada di wilayah Kalimantan Barat agar secepatnya dikeluarkan atau diungsikan demi keselamatan dan keamanan mereka karena tidak ada jaminan untuk itu. Terlebih dengan tidak cukupnya aparat keamanan menjangkau wilayah rawan konflik.
  2. Menolak pengembalian pengungsi etnis Madura untuk batas waktu yang tidak ditentukan karena tidak adanya suatu jaminan perubahan sikap dari etnis Madura dan juga dikhawatirkan adanya tindakan balas dendam secara langsung maupun tidak langsung.

Sikap ini ditanggapi positif oleh aparat penegak hukum maupun masyarakat karena adanya keterbatasan aparat yang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Propinsi Kalimantan, maka demi keamanan kedua belah pihak untuk sementara suku Madura harus dilokalisir pada daerah yang lebih aman. Selain itu dalam upaya penanganan konflik yang terjadi ini dilakukan juga beberapa cara yaitu :

(1) Untuk sementara waktu yang tidak dapat ditentukan batasnya, etnis Dayak dan Melayu sepakat tidak menerima kembali etnis Madura di bumi Kalimantan terutama di daerah konflik . Hal ini dilakukan agar tidak terjadi bentrokan di antara mereka karena sangat rentan tersulut oleh isu yang akan membakar kemarahan kedua belah pihak;

(2) Rehabilitasi bangunan yang rusak akibat pengrusakan dan pembakaran terhadap infrastruktur masyarakat umum juga dilakukan agar dapat berjalannya kegiatan masyarakat sebagaimana mestinya. Moral dan mental masyarakat juga perlu mendapat perhatian dan pembinaan agar terwujud suatu rekonsiliasi yang damai dan melibatkan kembali seluruh tokoh masyarakat;

(3) Re-evakuasi dilakukan bagi korban konflik ke daerah yang lebih aman. Untuk itu perhatian terhadap keamanan mereka di daerah pengungsian harus didukung oleh pihak keamanan sampai mereka mendapat tempat yang layak;

(4) Dialog antar etnis yang berkesinambungan dengan memanfaatkan lembaga adat masyarakat perlu dilakukan dalam proses pembentukan kerjasama mengakhiri konflik yang berkepanjangan;

(5) Demikian juga dengan penegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran hukum perlu dilakukan secara konsisten dan adil tanpa berpihak pada etnis tertentu selain itu kemampuan personil petugas keamanan perlu ditingkatkan.



2 Simon Fisher, Dekka Ibrahim Abdi dkk. “Working With Conflict; Skills& Strategies for Action, New York, 2002.Responding To Conflict.

3 Simon Fisher, Dekka Ibrahim Abdi dan kawan. “Working With Conflict; Skills & Strategies for Action, New York, 2002. Responding To Conflict.

sumber : www.balitbangham.go.id/.../Jurnal%20HAM%20I%20MARIA.doc